Posting Terbaru :
Posting Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Metha Studio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metha Studio. Tampilkan semua postingan

Red Baron: Musnah


Judul: Red Baron - Musnah
Penerbit: Metha Studio Jogja
Tahun Terbit: 2019
Red Baron adalah subyek hak cipta Metha Studio

Preview

Red Baron: Seteru Abadi



Judul: Red Baron - Seteru Abadi
Penerbit: Metha Studio Jogja
Tahun Terbit: 2018
Red Baron adalah subyek hak cipta Metha Studio

Preview

Red Baron


Judul: Red Baron
Penerbit: Metha Studio Jogja
Tahun Terbit: 2017
Red Baron adalah subyek hak cipta Metha Studio

Gasa (C1)


Judul: Gasa (Garuda Satu) - cetakan pertama
Penerbit: Metha Studio Jogja
Tahun Terbit: 2015
Format: Komik Strip

Catatan:
Komik ini merupakan transformasi dari komik Godam Reborn edisi komik strip yang tidak dapat dilanjutkan peredarannya karena kendala hak cipta. Oleh karena itu Metha Studio menyiasatinya dengan merubah karakter utama yang semula Godam (versi baru) menjadi Gasa. Adapun tokoh Godam versi lama dalam komik Godam Reborn edisi komik strip diganti menjadi Red Baron.

Preview:
















Kukuh Dalam Kemelut


Judul: Kukuh Dalam Kemelut
Tahun Terbit: 2015

Catatan:
Dicetak terbatas dalam rangka memperingati Lustrum ke 60 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Preview:







Preview: Red Baron












Red Baron: Sekapur Sirih

Impian untuk mampu mengalahkan kejahatan dan menegakkan keadilan yang ada di sekitar, bersemayam dalam hati kita semua. Pahlawan super tercipta sebagai perwujudan impian tersebut dan pada gilirannya dicipta agar menjaga impian kita tetap hidup tak pernah padam.

Pada masa lalu, kita memiliki banyak pahlawan super yang secara heroik berusaha menumpas kejahatan dan menegakkan keadilan. Para pahlawan super itu secara perlahan kemudian menghilang seiring dengan surutnya dunia komik di Indonesia. Cerita tentang pahlawan super pada umumnya menjadi cerita hitam-putih kebaikan melawan kejahatan, sehingga tak jarang cerita kurang mengeksplorasi sisi pahlawan super sebagai manusia.

Red Baron dimaksudkan menjadi pahlawan super yang muncul pada masa ketika para pahlawan super Indonesia mulai menghilang menjelang akhir tahun 1970an. Metha Studio tidak sekedar menampilkan kedigdayaan pahlawan super saja, namun berusaha mengeksplorasi sisi kemanusiaan dalam diri Red Baron. Apakah memiliki kekuatan super itu merupakan sesuatu yang membuat bahagia atau justru sebaliknya.

Rencananya komik Red Baron merupakan komik trilogi, dan komik ini merupakan logi pertama. Metha Studio berharap logi pertama Red Baron ini dapat memuaskan dahaga akan hadirnya super hero lokal.

Semoga. (AM-CAS/MSJ-2017)



Komentar Pembaca

Red Baron (2017), satu lagi komik keluaran Metha Studio yang berhasil mengawal imaginasi pembaca ke dunia superhero yang fantastis namun realistis. Superhero biasanya digambarkan sebagai sosok dengan pribadi dan moral yang sempurna, namun Red Baron alias Garuda Merah mendobrak pakem itu dengan sosok Bargowo yang lain dari kebanyakan alter ego superhero. Komik ini sungguh diceritakan dengan alur cerita yang menawan, dialog yang enak dicerna, humor yang disisipkan secara pas dan tentunya ilustrasi khas Jink yang selalu berhasil menghidupkan keseruan cerita. Jika ulasan ini harus disingkat dengan satu kata, maka saya berani mengatakan: "Sempurna!". (ditulis oleh Sang Kolektor melalui laman facebook Komik Indonesia Semua Jaman)

Red Baron.
Komik pengobat rindu kisah superhero lokal. Karya Jink, penerbit Metha Studio. Direncanakan sebagai bagian pertama dari sebuah trilogi. (ditulis oleh Robotgoblok Bajraghosa di laman facebook)

Sumber


Preview komik Red Baron


Asyiknya Menggarap Sang Pangeran dan Madeleine

Kerjasama yang terjalin erat antara saya dengan Metha Studio Jogja sejak 2006 sungguh sangat berarti buat saya. Tidak saja karena karya-karya saya mendapat apresiasi untuk diterbitkan dan didistribusikan oleh Metha yang diawaki oleh Bp. Akhmad Makhfat dan Bp. Chairul AS, tapi juga adanya kesempatan untuk mencoba hal baru di luar aktifitas menggambar komik.

Salah duanya adalah mengerjakan lay out komik Sang Pangeran dan “menusir” komik lama yang akan dicetak ulang.

Dalam hal me-lay out sebetulnya bukan hal asing buat saya. Dalam membuat komik, tahapan yang selalu saya lalui adalah mengisi teks (lettering) dengan CorelDraw, sekaligus melakukan proses lay out. Tapi lay out yang saya lakukan untuk Sang Pangeran agak sedikit berbeda karena Sang Pangeran (jilid 1 dan 2) adalah karya orang lain (pak Trie Hendrayana), yang notabene sudah jadi, lengkap dengan letteringnya.

Jadi, lay out yang saya lakukan mencakup penyesuaian ukuran komik setebal 235 halaman yang lebih mengarah pada F4 yang berbeda dengan standar Metha Studio yang lebih A4.

 Selain itu, saya juga harus “membenahi” hasil scan komik tersebut yang seringkali tidak presisi dan harus dirotasi setidaknya 1,5 sampai 20 (plus-minus). Dampaknya adalah pada garis tepi yang menjadi tidak horizontal dan vertikal. Adalah menjadi bagian dari tugas saya untuk merubah garis tepi, tapi hanya yang bagian luar saja.

Oh ya, selain me-lay out, saya juga membuat cover komik Sang Pangeran jilid 1 dan 2.

Hal yang benar-benar baru buat saya adalah menusir hasil scan komik lama yang akan dicetak ulang oleh Metha Studio. Tak main-main, komik yang harus ditusir berjudul Madeleine karya komikus legendaris Indonesia, Teguh Santosa. Dengan berbekal sedikit ketrampilan menggunakan Photoshop saya membersihkan panel demi panel dan berlanjut halaman demi halaman. Butuh ketelatenan dan kesabaran dalam melakukannya, terutama saat menentukan lubang-lubang putih dalam blok hitam dan noktah-noktah hitam di background putih, apakah itu memang benar-benar seperti itu atau karena kualitas komik asli yang sudah menurun mengingat komik tersebut hasil cetakan tahun 1968.

Salah satu hasil tusiran saya (kanan), dibandingkan dengan hasil scan.

Ada 3 untung saya dalam menggarap Madeleine. Untung pertama, pak Akhmad tidak menerapkan standar yang terlalu tinggi pada hasil tusirannya. Bahkan pak Akhmad meminta tidak terlalu bersih hasilnya agar kesan komik jadul lebih terasa. Untung kedua, komik karya alm. Teguh Santosa ini sudah banyak menggunakan blok-blok hitam, sehingga saya bisa mengerjakan lebih cepat, meski tetap harus menjaga ketelatenan. Untung ketiga, jumlah halamannya tidak banyak. Hanya 63 halaman, plus cover depan dan belakang yang masih lumayan baik hasilnya setelah di-scan.

Alhamdulillah tugas tersebut selesai sesuai jadwal yang ditetapkan Metha Studio.

(Jink/Agustus 2017)


Preview: Tiada Titik Balik

Ringkasan cerita:

Bondan membeli sebuah keris dengan harga murah. Ia tak menyadari kalau keris itu bukan sembarang keris, tapi sebuah medium berkekuatan mistis yang bisa membawanya menembus ruang dan waktu, baik ke masa silam maupun ke masa yang akan datang, seolah bisa membaca obsesinya yang terpendam jauh di dalam hati.

Ia terperangkap dalam lingkaran setan dan tak bisa kembali ke keadaan semula.










JudulTiada Titik Balik
CeritaJink
GambarJink
Cover-
Format160 x 230 cm; hitam putih
Jumlah Halaman25
PenerbitMetha Studio Jogja
KeteranganDiterbitkan dalam antologi komik "Waktu"

Preview: Pulang

Ringkasan cerita:

Lama berada di perantauan, Putu Langkir bermaksud pulang ke kampung halamannya. Dalam perjalanan ia merasa seperti tertabrak sebuah mobil. Namun karena tak mendapati luka sedikitpun di tubuhnya, Putu Langkir meneruskan langkahnya. Betapa terkejutnya ia kala mendapati rumahnya kedatangan banyak tamu dengan suasana muram. Ia makin kaget melihat orang tua dan adik semata wayangnya menangis di depan jenazah seseorang.










JudulPulang
CeritaDamuhbening
GambarJink
Cover-
Format160 x 230 cm; hitam putih
Jumlah Halaman27
PenerbitMetha Studio Jogja
KeteranganDiterbitkan dalam antologi komik "Waktu"
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jink Comics - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger